Terhubungnya LAN atau komputer ke Internet membuka potensi adanya lubang keamanan lain (security hole) yang tadinya telah teratasi dengan mekanisme keamanan secara fisik dan lokal. Jaringan, terutama internet, merupakan sebuah jaringan komputer yang sangat terbuka di dunia. Konsekuensi yang harus di tanggung adalah tidak ada jaminan keamanan bagi jaringan yang terkait ke internet. Artinya jika operator jaringan tidak hati-hati dalam men-set up sistem dan menerapkan policy-nya, maka kemungkinan besar jaringan yang terkait ke Internet akan dengan mudah dimasuki orang yang tidak di undang dari luar.
Merupakan tugas dari administrator jaringan yang bersangkutan, untuk menekan resiko tersebut seminimal mungkin. Pemilihan strategi dan kecakapan administrator jaringan ini, akan sangat membedakan dan menentukan apakah suatu jaringan mudah ditembus atau tidak.
Yang perlu untuk diketahui adalah bahwa kemudahan (kenyamanan) mengakses informasi berbanding terbalik dengan tingkat keamanan sistem informasi itu sendiri. Semakin tinggi tingkat keamanan, semakin sulit (tidak nyaman) untuk mengakses informasi. Sebelum memulai segalanya, ada baiknya menentukan terlebih dahulu tingkat ancaman yang harus diatasi dan resiko yang harus diambil maupun resiko yang harus dihindari, sehingga dapat dicapai keseimbangan yamg optimal antara keamanan dan kenyamanan.
2. Pengenalan Keamanan Jaringan
Keamananan komputer yang tidak terhubung (stand alone), hanya terhubung ke jaringan/LAN dan terhubung ke internet tentu mempunyai perbedaan. Dengan menghubungkan suatu jaringan ke internet, resiko keamanan yang akan dihadapi akan semakin banyak. Serangan bisa terjadi kapan saja, dari mana saja dan oleh siapa saja. Ingat, internet adalah jaringan yang bersifat global. Untuk itu, pengamanan harus dilakukan dengan hati-hati. Walaupun demikian, kemungkinan terjadinya masalah sekuriti di kemudian hari masih akan tetap ada. Tidak ada jaminan bahwa sistem yang kita konfigurasi akan benar-benar aman. Yang bisa kita lakukan hanyalah menekan seminimal mungkin kemungkinan terjadinya masalah sekuriti.
Untuk itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain menutup port-port yang tidak dipakai, meletakkan firewall, menggunakan aplikasi yang reliable (misalkan webserver dengan apache), melakukan konfigurasi program-program aplikasi internet (misalkan melakukan konfigurasi keamanan pada apache dan mengintegrasikannya dengan SSL), menggunakan program-program sekuriti (misalkan scan listener dengan menggunakan portsentry), dan lain-lain. Pada bab ini kita akan membahas mengenai internet daemon (inetd) yang digunakan untuk mengelola beberapa aplikasi internet (misal : telnet, ftp, ssh, dll). Untuk versi Redhat yang terbaru (misal Redhat 7.1), inetd ini sudah digantikan posisinya oleh xinetd. Perbedaannya antara lain adalah sintaks-sintaks yang digunakan dan juga xinetd menggunakan satu buah file untuk satu servis sedangkan inetd menggunakan satu buah file untuk semua servis (file /etc/inetd.conf). Selain inetd, pada bab ini kita juga akan membahas TCP Wrappers yang akan kita pakai untuk `membungkus` inetd (internet daemon) agar lebih aman. Penasaran ? Mari kita pelajari bagian berikutnya.
3. Service inetd (internet daemon)
Secara default sistem kita akan menjalankan beberapa servis internet yang mungkin sebagian di antaranya tidak kita gunakan/perlukan. Untuk meningkatkan keamanan, lebih baik servis-servis (misalkan finger, telnet, dll) yang tidak terlalu kita butuhkan dimatikan/ditutup saja. Sudah banyak kasus yang menunjukkan kesalahan penggunaan (abuse) dari servis tersebut, atau ada kemungkinan lubang keamanan dalam servis tersebut akan tetapi sang administrator tidak menyadari bahwa servis tersebut dijalankan di komputernya. Kebanyakan servis yang berhubungan dengan internet (misalkan : ftp, telnet , ssh, dll) akan dijalankan melalui inetd (internet daemon).
Dengan melakukan pengeditan pada /etc/inetd.conf (konfigurasi utama internet daemon : superserver) maka kita dapat melakukan modifikasi-modifikasi yang diperlukan misalkan saja mematikan servis- servis yang tidak digunakan (dengan menambahkan tanda komentar (#) pada awal baris). Agar lebih jelas mari kita pelajari sintaks pada file /etc/inetd.connarasumber::http://renyrizky.blogspot.com/2010/05/keamanan-jaringan.html

0 komentar:
Posting Komentar